![]() |
Maka Sir George Leigh Mallory (1886-1924) –-hilang dalam expedisi Everest 1924– hanya menjawab singkat setengah kesal “Because it is there…” saat ditanya kenapa ia ingin menaklukan puncak gunung. Segera saja umpatan singkat itu diimbuhi dengan seabreg filosofi pendakian yang berat dan populer hingga kini, walau sebuah rumor –yang tak perlu Anda percayai– menyebutkan Sir Mallory saat itu sedang terburu-buru menuju ke toilet.Tapi bagi seorang “Real Backpaker” tetaplah mendaki gunung dengan visi dan misi yang paling sempurna, dengan niat dan oriantasi yang paling agung, dengan motivasi yang dapat dipertanggungjawabkan dihadapan sang Pencipta gunung! Karena, wahai sahabat, besok, kelak, kaki, tangan, mulut kita kan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang tlah dikerjakannya.
The Seven Summits
Pendakian kawasan dalam konteks internasional telah populer sejak beberapa masa lalu di mana para pendaki elite membagi belahan dunia ini ke dalam tujuh kawasan dengan masing-masing puncak tertingginya (seven summits). Salah satunya adalah kawasan Australia-Oceania di mana puncak tertinggi berada di Indonesia, yaitu Carstenz Pyramid (4.884 meter dpl) di Papua.
Sungguh tak ada salahnya bila dalam melakukan pendakian gunung di Tanah Air ini kita melebarkan minat pendakian ke kawasan nusantara lainnya. Tentunya akan banyak pengalaman baru di tengah karakter gunung yang berbeda bila kita mendaki gunung di kawasan Nusantara yang berlainan. Sehingga akan didapatlah koleksi puncak-puncak kawasan yang akan lebih memperkaya wawasan pendakian seseorang.
Kawasan manakah yang dapat kita jadikan target pendakian kawasan di wilayah Nusantara? Terserah Anda, sebetulnya. Anda mempunyai penilaian subyektif sendiri untuk membagi-bagi Nusantara ini ke dalam beberapa kawasan namun yang penting adalah setelah melakukan pendakian gunung di kawasan-kawasan yang berbeda tersebut maka anda mendapatkan suatu pencapaian tersendiri.
Namun tak ada salahnya bila kita membagi Nusantara ini ke dalam tujuh kawasan kepulauan besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Maka didapatlah tujuh puncak yang boleh-boleh saja kita katakan seven summits juga. Sehingga pendakian kawasan tersebut tentunya akan menjadi suatu khazanah pendakian tersendiri yang tak seorang pun akan menyangkal keanggunan pencapaiannya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar